Powered By Blogger

Selasa, 28 Desember 2010

titik balik kehutanan 2010

118 Titik Api Selama 2010
62 Persen di Lahan APL

BANGKO – Ditahun 2010 ini sedikitnya ada 118 titik api (hot spot) yang tersebar di hutan dalam Kabupaten Merangin, namun titik api yang terbanyak ada dibulan Juli-Agustus, angka ini diperoleh per 15 Desember 2010.
Data tersebut sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Syafri melalui Kabid Rehabilitasi dan Pengendalian Hutan Syabarudin saat dikonfirmasi Radar Radar Sarko, kemarin (28/12).
Syabar menjelaskan, dari 118 titik api yang tercatat, 62 persen berada di lahan milik masyarakat atau area penggunaan lain (APL). Sementara, 38 persen titik api berada di luar lahan APL, bisa Hutan Produksi (HP) atau HTI (Hutan Tanaman Industri).
Titik api ini, lanjutnya, muncul karena pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat. "Biasanya setelah membuka lahan yang akan dijadikan kebun, setelah menebang pohon, langkah berikutnya pasti membakarnya. Ini memang tidak bisa dihindarkan, karena belum ada cara lain untuk membersihkan lahan selain dibakar," ujar Syabar.
Hal ini, tambahnya, bisa dimaklumi, sebab untuk menanam palawija maupun padi, perlu lahan yang bersih. Jika akan ditanami karet atau sawit, bisa saja dibuat gang-gang, sehingga tidak perlu dibakar. "Kita juga selalu memberikan sosialisasi, sehingga bisa menimbulkan meluasnya kebakaran," ungkapnya.
Mengenai lokasi yang paling sering ditemukannya titik api, Syabar mengungkapkan ada di beberapa kecamatan, di antaranya, Kecamatan Tabir, Sungai Manau, Muara Siau, dan Tabir Ulu.
Apakah dari pembukaan lahan tersebut, pernah terjadi kebakaran hebat yang meluas ke daerah-daerah sekitarnya, atau kebun-kebun warga? Syabar menyatakan, selama ini belum pernah ada kejadian tersebut, dan belum ada pengaduan masyarakat bahwa lahan atau kebunnya terbakar.
"Selama ini, kami banyak menjumpai titik api yang sudah mati. Hal ini disebabkan, informasi ini diperoleh dari pantauan satelit NOA yang ada di Jambi. Setelah ada titik api, dari Jambi menginformasikan ke kabupaten melalui fax. Kami pun kemudian turun ke lokasi sesuai dengan koordinat yang diberikan. Sesampainya di lokasi, api sudah padam, dan di lokasi, juga tidak ditemukan pemilik lahannya," tutur Syabar.
Syabar menyatakan, munculnya titik api sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Jika musim kemarau, maka hot spot akan banyak terdeteksi, karena memang banyak masyarakat yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk membuka lahan baru. "Saat ini sudah mulai musim penghujan, jadi setelah tanggal 15 Desember 2010, hanya satu atau dua hot spot saja yang mungkin terdeteksi. Untuk memantau hal itu, dari Dibunhut juga melakukan patroli ke beberapa lokasi sambil memberikan sosialisasi jika ditemukan masyarakat yang sedang membuka lahan," pungkasnya. (and)

ABG Enak

Pelaku Pemerkosa Ns Ajukan Penangguhan Penahanan

Bagas : Proses Hukum Tetap Berlanjut

BANGKO -Sebanyak 12 orang pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap Ns (13), hanya merasakan dinginnya bui selama 10 hari. Pasalnya, para pelaku ini sudah dibebaskan dari tahanan pada Sabtu (25/12) lalu. Dibebaskannya para pelaku ini karena orangtua dari masing-masing pelaku, mengajukan permohonan penangguhan.
Kapolres Merangin AKBP V Bagas Uji Nugroho membenarkan dibebaskannya para pelaku tersebut. "Permohonan penangguhan tersebut dibuat oleh orangtua masing-masing tersangka, dan atas dasar pertimbangan kemanusiaan," ujarnya kepada Radar Sarko, kemarin (26/12).
Bagas menjelaskan, pertimbangan kemanusiaan karena tersangka masih anak-anak dan masih sekolah. Selain itu, dalam permohonan penangguhan dilengkapi dengan surat jaminan dari beberapa tokoh masyarakat dan aparat desa setempat.
Surat pernyataan tersebut, lanjutnya, menyatakan bahwa, tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. "Atas dasar itu, penyidik mengabulkan permohonan penangguhan tersebut," ungkap Bagas.
Bagaimana proses hukum terhadap para pelaku setelah mereka tidak lagi ditahan? Kapolres menyatakan, proses hukum akan terus berlanjut. Kepada para pelaku dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. "Untuk tersangka lain yang belum tertangkap masih dicari polisi. Rencananya, aparat akan dibantu perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat," tuturnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sarko, 12 tersangka ini dibagi dua untuk penahanannya. Sebanyak tujuh orang ditahan di Polsek Bangko sementara lima orang lainnya dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangko.
Pantauan Radar Sarko, di Polsek Bangko, sekitar pukul 13.00, hanya ada dua orang yang berada di balik jeruji besi. Saat menanyakan kepada petugas jaga, mereka mengaku tidak mengetahui kapan para tersangka keluar. "Kemarin tidak piket, jadi tidak tahu. Selain itu, mereka kan tahanan Polres, di sini hanya dititipkan," ujar seorang petugas.
Radar Sarko kemudian mengkonfirmasi keberadaan lima tersangka yang ada di Lapas. Kalapas Bangko Abdul Aris melalui Plh Kepala Pengamanan LP (KPLP) Buchori, mengiyakan jika lima tahanan yang dititipkan, yaitu atas nama Bah, Kas, Bb, Rnd, dan Tam, sudah keluar. Kelima pelaku dikeluarkan dari Lapas pada Sabtu (25/12) sekitar pukul 20.00. "Yang datang adalah penyidik dari Polres dengan membawa surat penangguhan yang ditandatangani Kasatreskrim," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Ns merupakan korban kasus pencabulan yang dilakukan oleh 20 orang warga didaerah Tabir dan sekitarnya, beberapa bulan lalu ia digilir oleh para pelaku, namun baru bulan ini (Desember-Red) Ns dan orang tuanya mendatangi Mapolres Merangin untuk melaporkan kasus yang menimpanya.
12 tersangka sudah ditahan namun sekarang mereka ditangguhkan penahanannya dengan alasan kemanusiaan.(and)

Kamis, 16 Desember 2010

20 ABG sikat Gadis 13 Tahun

Gadis Belia Digilir 20 ABG

Sebanyak 12 Tersangka
Sudah Diamankan

ANDI PRIMA PUTRA-Merangin Jambi

BANGKO - Seorang siswi SMP berinisial Ns menjadi bulan-bulanan nafsu sekitar 20 pemuda di Kecamatan Tabir. Remaja belia yang baru menginjak usia 13 tahun itu digilir di berbagai tempat. Ironisnya, sebagian tersangka pelaku juga masih di bawah umur, bahkan rekan satu sekolahan Ns.
Kasus ini terkuak dari laporan Ns bersama orang tuanya ke Mapolres Merangin pada Senin (13/12) lalu. Begitu mendapat laporan, tim buser Polres bergerak cepat dan menangkap setidaknya 12 tersangka pelaku. Sampai tadi malam mereka masih diperiksa intensif.
Sementara itu, beberapa pemuda lagi yang diduga terlibat kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur itu masih dalam perburuan. “Anggota masih di lapangan mengejar para tersangka pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Muhlisin kepada Radar Sarko, kemarin (15/12)
Di hadapan petugas, Ns mengaku dipaksa melayani nafsu sekitar 20 pemuda Tabir dan sekitarnya itu sejak Juli lalu. Didampingi orang tuanya, Sukadi, warga Pasar Baru Tabir itu kemarin membeber nama-nama pemuda yang pernah mendurinya tersebut.
Lima di antara tersangka berhasil ditangkap dalam perburuan polisi di Kabupaten Bungo. Sebagian adalah mahasiswa, yakni Mz (20), asal Desa Sebahau; Am (20), asal Desa Tanah Lapang; dan Fa (21), warga Desa Tanah Lapang. Dua lainnya adalah pelajar asal Tanah Lapang, yakni Is (17), dan pelajar asal Dusun Baru yang baru berusia 16 tahun, berinisial Ra.
Sementara tujuh lainnya adalah Bar (18), pelajar asal Desa Mampun; Mar (17), pelajar Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Bb (15), pelajar asal Mampun; Dd (16) pelajar asal Mampun; Kas (14), pelajar asal Mampun; Ta (18), pelajar asal Kampung Baru; Ks (18) pelajar asal Dusun Baru. Mereka ditangkap di rumah orang tua masing-masing.
Kepada polisi, Ns menceritakan kisah pilu yang menjadi aib keluarganya itu. Ia menjadi bulan-bulan para pemuda desa itu sejak berpacaran dengan salah satu di antara mereka, yakni Is. Pada Juli lalu, mereka berpacaran sampai lewat batas di salah satu kebun karet di Dusun Baru, Tabir.
Tanpa diketahui Ns, ternyata apa yang mereka lakukan direkam dengan kamera handphone oleh rekan Is. Rekaman “hot” itulah yang menjadi bahan pembuka hubungan layaknya suami isteri antara Ns dengan sekitar 20 pemuda itu.
Sebab, sekitar sepekan setelah itu, Ns bertemu Pr, teman Is yang kini masih dalam perburuan polisi. Ns lalu diajak main-main dengan kendaraan roda dua. Karena saling kenal Ns nurut.
Sepertinya ajakan itu sudah direncanakan dengan baik oleh Pr. Dia diajak ke sebuah pondok di dalam kebun karet di Dusun Baru. Di situ, Ns dirayu Pr untuk berhubungan badan. “Saya menolak,” tutur Ns saat diperiksa polisi.
Namun, Pr tak kehabisan akal. Kepada Ns dia mengaku memiliki video mesum antara Ns dengan Is. “Saya akhirnya terpaksa Ns menerima disetubuhi Pr,” ujarnya.
Singkat kisah, “sukses” Pr menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda Tabir. Beredar kabar bahwa Ns bisa diajak “gituan” asalkan tahu caranya. Itulah sebabnya maka Ns sampai menjadi bulan-bulanan nafsu para pemuda tersebut di berbagai tempat.
Dari keterangan Ns, sebagian besar dia diajak bersetubuh di dalam kebun. Di antaranya, kebun karet di Dusun Baru, di Dam Semayo, di kebun sawit Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas.
Kapolres Merangin AKBP V Bagas Uji Nugroho mengatakan, ke-12 pelaku yang diduga menggarap NS ini masih diperiksa intensi. “Dari keterangan Ns, ada 20 orang pelaku. Delapan orang lagi masih dalam pengejaran,” kata Bagas. Para tersangka akan dijerat dengan undang-undang perlindungan anak.(and)

Sekolah Putus, Keluarga Shock

WAJAHNYA imut, mungil dan hitam manis. Tak heran bila banyak pemuda yang kesengsem dengan Ns. Semasa sekolah di salah satu SMP di Tabir, dia tidak begitu mencolok. Namun, di luar sekolah, sebagian pemuda sangat mengenal dara yang baru berusia 13 tahun dan sedang tumbuh mekar itu.
Ditemui di Mapolsek Tabir kemarin (15/12), Ns sesekali menunduk dengan muka sembab. Namun, dia menjawab pertanyaan petugas dengan lancar. Dia menuturkan dengan jelas bagaimana ia awalnya sampai berhubungan intim dengan pacarnya dan sejumlah pemuda di Tabir.
Orang tuanya, Sukadi, yang mendampingi, hanya menggeleng ketika diajak berbincang oleh Radar Sarko. “Nggak, nggak, saya gak mau diwawancarai,” katanya sambil mengalihkan wajahnya.
Dia mengaku shock dengan apa yang menimpa anak dan keluarganya. Wajahnya kusut dan tampak letih. Tetapi dia sabar menunggui anaknya selesai memberikan keterangan detil kepada polisi.
Radar Sarko juga sempat mendatangi rumah keluarga itu, tak jauh dari Mapolsek Tabir. Namun, rumah itu tertutup rapat. Lama diketuk, baru seorang ibu memperlihatkan wajahnya lewat jendela.
Namun dia enggan membuka pintu. Dia hanya menyebutkan bahwa suami dan anaknya masih di kantor polisi. “Saya gak ngerti masalahnya, yang tahu Bapak,” elaknya.
Seorang tetangga yang dimintai bantuan oleh Radar Sarko untuk menemui keluarga Ns, mencoba berbicara sebentar dengan pemilik rumah. Dengan sopan dia mengatakan bahwa ibunda Ns masih shock. “Belum bisa diajak ngomong, sebaiknya pulang saja. Jika ingin ngobrol dengan bapaknya saja,” katanya.
Sebelum kasus ini terkuak, Ns tercatat sebagai siswi kelas II SMPN 2 Merangin di Tabir. Tetapi, “Dia diberhentikan dari sejak dua bulan lalu, karena kasus ini,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Nur Hasni menjawab Radar Sarko kemarin (15/12).
Katanya, ketika isu ulah Ns di luar sekolah merebak luas, ia bertindak cepat memanggil gadis manis tersebut. Dia memberikan dua pilihan: berhenti atau pindah.
Nur mengaku sama sekali tak menyangka Ns bisa terlibat kasus seperti itu. “Saya sangat kasihan, apalagi selama ini dia pernah bermasalah di sekolah,” lanjutnya. Katanya, prestasi Ns di sekolah sedang-sedang saja, tidak terlalu pintar, tetapi juga tidak bodoh.(and)


“Paling Lama Satu Menit”

BEBERAPA tersangka pelaku yang diduga ikut menggarap tubuh mungil Ns sepanjang siang kemarin dijaga ketat aparat di ruang tahanan Mapolsekta Bangko. Mereka dikurung di tempat tersebut karena saat ini sel tahanan Mapolres Merangin masih dalam renovasi.
Menariknya, di antara mereka mengaku tidak benar-benar memaksa Ns berhubungan intim sebab Ns tak keberatan melakukannya. Seperti dituturkan Dd, pelajar asal Mampun, Tabir, yang ikut digaruk polisi.
Dd mengaku pernah berhubungan intim dengan Ns atas kemauan Ns sendiri. Saat itu, kata Dd, dia baru mengalami kecelakaan sepeda motor sehingga kakinya sakit. Namun, dia pun lantas berangkat bersama Ns ke Dam Semayo.
“Lutut saya kan sakit, Pak, jadi dia (Ns) menyuruh saya tidur saja dengan posisi telentang dan celana terbuka,” ujar pemuda 16 tahun ini. Menurutnya, saat itu Ns tidak seperti terpaksa melakukannya. “Dia yang naik ke atas tubuh saya,” kata Dd.
Berapa lama mereka melakukan persetubuhan? Dd tersipu malu. “Paling hanya satu menit, Pak,” ujarnya. Tersangka lainnya mengaku pernah berhubungan dengan Ns bersama tiga temannya. “Sistemnya antrian, Pak. Setelah teman selesai “main”, disambung dengan teman lainnya,” ujarnya.
Namun, apa pun alasan mereka, para pelaku tetap akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan (2) UU No 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak mengingat korban mereka masih di bawah umur. Ancamannya sampai 15 tahun penjara.(and)

Rabu, 08 Desember 2010

catatan harianku

hari ini rabu (7/12) aku kembali membuat diriku sindiri kesal, bagaimana tidak, apa yang aku giring dan aku beritakan beberapa waktu yang lalu tak ada artinya saat eksekusi Mardiantoro tak bisa ku liput.

hanya satu kata yang bisa aku ungkapkan "HUHHHH"aku kebobolan lagi???????

ditambah dengan berita Penipuan berkedok SMS Nomornya tak aku dapatkan,,,betapa lemahnya data yang aku miliki,,,,tapi,,,biarlah,,waktu tak akan bisa diputar kembali,,,cukup bagiku berleha-leha,,kedepan aku harus lebih gesit dari saat ini.

disisi lain,semua kesalahan yang aku buat hari ini juga disebabkan atas ketidak sengajaanku,,hanya gara-gara aku berangkat ke Desa bedeng rejo untuk meliput suatu yang sebenarnya tidak terlalu penting,,,,hanya penemuan Bunga Langka Replesia saja aku membuat kesalahan Fatal.......................

kini aku hanya bisa meminta maaf terhadap diriku sendiri,,,tak ada yang bisa disalahkan selain dirisendiri,,,,,,,,,,maaf,,,maaf,,,,,,,,,,,,

Kamis, 02 Desember 2010

Sebuah Cerita Untuk Dihayati

Sebuah cerita yang sangat haru,,,bagus untuk dibaca dan dihayati

dikutif dari sebuah cerita
nyata didaerah Irlandia Utara

Jangan Benci Aku Maa,,,
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.
Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.
Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum ia berkata, “Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!” Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya, “Tunggu…, sepertinya saya mengenalmu.
Siapa namamu anak manis?”
“Nama saya Elic, Tante.”
“Eric? Eric… Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?”
Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati…, mati…, mati… Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric…
Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping.
“Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.” tTpi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. ..
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangissaya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric… Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali… Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah.
Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. .. Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu… Air mata saya mengalir
dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?” Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…?
Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…” Saya menjerit histeris membaca surat itu.
“Bu, tolong katakan… katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana … Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana .
Nyonya,dosa anda tidak terampuni!”
Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi. (kisah nyata di irlandia utara)

Jumat, 26 November 2010

merangin dalam berita

Cerita Para Jamaah Haji Asal Merangin Saat Di Makkah

Banyak Kejadian Berkesan, Ingin Kembali Lagi Ketanah Suci


Setelah melaksanakan rukuk haji di tanah suci, Jamaah Haji Asal Merangin kemarin (26/11) Pagi tiba di Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
Kepulangan mereka sudah dinanti oleh ribuan warga Masyarakat Merangin. Bagaimana pengalaman mereka di tanah suci.

ANDI PRIMA PUTRA, Bangko

Senyum bahagia mengembang dari bibir para Jemaah Haji Asal Merangin ini, kemarin (16/11) sekitar pukul 09.00 WIB mobil yang membawa mereka tiba di depan Kantor Bupati Merangin.
Ribuan keluarga para jamaah langsung menyambut kedatangan para jamaah, tak ketinggalan, Bupati Merangin H Nalim, Sekda Khafied Moein dan beberapa pejabat teras Merangin juga turut hadir dalam acara penyambutan tersebut.
Berbagai aktifitas saling salam menyalami mewarnai kedatanga Jemaah, mereka juga terlihat sibuk membawa barang bawaan yang telah dibeli dari tanah suci.
Radar Sako, mencoba menghampiri salah seorang diantara jamaah yang belakangan diketahui bernama Sarinah (62), warga Rantau Limau Manis Kecamatan Tabir Ilir.
Sambil tersenyum bahagia, cerita menarik dan berkesan keluar dari mulut Hj Sarinah.”Wah, saya sangat bahagia saat berada disana (Makkah), jika punya kesempatan saya ingin kembali lagi kesana,”ujarnya.
Apalagi jika teringat saat-saat berada di dalam Masjidil Harram, semua permasalahan yang ada hilang dari pikiran.”Saya pasrahkan diri saat beribadah disana, dan itu sangat nikmat rasanya”jelasnya.
Sarinah mengaku berangkat ke tanah suci tanpa didampingi Suami.”Suami saya talah meninggal jadi saya berangkat seorang diri,”sebutnya.
Ungkapan yang sama juga dikatakan Al Maidah, warga asal Tabir ini mengutarakan pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya.”Jika memiliki kesempatan saya pasti akan ke sana lagi, namun jika tidak perjalanan ke tanah suci ini tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,”tuturnya.
Saat ditanya bagaimana pelayanan yang diberikan panitia Haji kali ini, Al Maidah mengaku sangat puas.”Kami tidak pernah kekurangan makanan, mereka (Panitia Haji) sangat memperhatikan keperluan kami,”ujarnya.
Saat disinggung apa saja yang dibawa dari tanah suci, Al maidah terlihat tersenyum.”Ada kurma, dan berbagai pernak-pernik untuk dibagikan kepada sanak saudara, ini ada juga air Zam-Zam,” kata Almaidah sambil menunjukan barang bawaannya.
Usai wawancara, mereka lalu meminta izin untuk berangkat pulang kerumahnya dengan didampingi beberapa keluarga yang sengaja datang menjemput kedatangan mereka.(**)

Antrian Panjang Kendaraan Warnai SPBU Bangko

Pihak SPBU Akui
Pasokan Berkurang

BANGKO – Antrian panjang kendaraan Roda Empat (R4), maupun Roda Dua (R2), kembali mewarnai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pusat Kota Bangko, sejak beberapa hari terakhir. Kuat dugaan, antrian panjang kendaraan yang tak jarang tumpah ke badan jalan tersebut, akibat berkurangnya pasokan BBM jenis premium di SPBU bernomor 24.737.26.
“ Minyak premium susah nian sekarang di dapat di Kota Bangko ini pak. Saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Antri kendaraan lebih dari dua jam, terkadang terpaksa kita lakoni, untuk mendapatkan pasokan minyak premium di SPBU ini ,” kata Muridin (41), warga Kota Bangko kemarin.
Ironsinya lanjut Muridin, tak jarang saat sedang antri panjang, secara mendadak premium habis .“ Sudah antri panjang, eh saat sudah dekat giliran kita yang akan isi bahan bakar, tiba tiba petugas SPBU sebut premium putus. Wah kan kesal kita jadinya ,” keluhnya.
Hal yang sama juga dituturkan Dedi Herlambang (39) yang tak lain PNS yang bertugas di Diskoperindag Merangin. Selain BBM jenis premium sulit didapat sejak 4 hari belakangan di SPBU Bangko, juga kritikan tajam dilontarkan Dedi terhadap petugas keamanan yang berjaga di SPBU setempat, lantaran tidak mampu bersikap tegas saat melakukan penjagaan di SPBU .
” Tak jarang diselah antrian panjang, ada saja yang menyalip dari antrian. Dan sayangnya petugas kemanan yang berjaga di SPBU tersebut, justru terlihat cuek dan membiarkan oknum yang menyalip dari antrian mengisi lebih dulu BBM . Jangan mentang mentang oknum aparat lalu seenaknya saja, menyalip warga yang sudah lama antri ,” sebutnya.
Sementara itu, Munari Manager SPBU Kota Bangko, ketika dikonfirmasi membenarkan, jika sejak 4 hari yang lalu pasokan BBM khusus premium memang berkurang dari sebelumnya. Informasi terakhir yang kita terima dari petugas suplay minyak lanjut Munari, berkurangnya suplai minyak ke SPBU Kota Bangko, sejak beberapa hari terakhir, lantaran Armada pengangkut minyak yang berkurang lantaran banyak yang rusak.
”Sehingga sejak empat hari terakhir, pasokan BBM jenis premium hanya diantar sebanyak 30 Ribu liter perhari, dari sebelumnya 40 ribu per liter per hari . Sedangkan untuk pasokan BBM jenis Solar, tetap stabil dengan jumlah pasokan 20 ribu liter per hari,” jelasnya.
Sementara terkait kritikan tidak tegasnya petugas SPBU, akan disikapi pihaknya.” Ya, akan saya sikapi lah, kritikanya,” pungkas Munari. (and)

Supir Tewas Saat Nyetir

Diduga Jantungan,
Nyungsep ke Asrama Tentara

BANGKO - Diduga karena jantungan, seorang sopir truk, A Rahman (49), kejang-kejang lalu meninggal dunia saat sedang mengemudi, kemarin (25/11). Mobilnya oleng lalu menabrak pagar dan nyungsep ke Asrama Asrama Koramil Bangko. Di kantong celananya ditemukan sisa obat jantung yang diduga baru dikonsumsinya.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Sarko, sebelum kecelakaan Rahman mampir di RM Kawan Lamo, dekat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bangko. Truk BG 8999 SA yang dikemudikan warga Jalan Naskah II RT 15 RW 02, Sukarami, Palembang, Sumsel, ini berisi beras yang hendak dibongkar
Dari rumah makan itu, sekitar pukul 11.00, Rahman lalu mengarahkan truk ke Swalayan Melati, tempat beras akan dibongkar. “Saya dan Sumarno mengiringi dari belakang,” ungkap Busro, kuli angkut yang rencananya akan membongkar isi truk tersebut kepada Radar Sarko kemarin.
Sesampainya di kawasan Dusun Bangko, truk berisi beras dari Palembang itu terlihat berjalan tanpa kendali. ”Mobilnya belok ke kiri dan ke kanan, makanya saya klakson terus, tapi tak digubris. Akhirnya truk nyungsep ke trotoar,” ujarnya.
Tak hanya itu, pagar Asrama Koramil yang terletak di Km 01 Jalan Lintas Sumatera di Dusun Bangko ikut digasaknya. Busro dan Sumarno bergegas mendatangi kendaraan. Dia mendapati Rahman kejang-kejang. “Kami membawanya ke rumah sakit, tetapi tak tertolong juga,” kata Busro.
Devi, dokter di RS Kol Abunjani, menduga Rahman tewas karena penyakit jantung. “Kami temukan obat merek Cedocard 5 (obat jantung, Red) di kantong celananya. Ada empat butir obat, tiga di antaranya telah dimakan,” ujarnya.
Kapolres Merangin AKBP V Bagas Uji Nugroho melalui Kasat Lantas AKP JH Sihombing membenarkan adanya kecelakaan ini. “Korban masih di RS Kol Abundjani Bangko menjelang keluarganya berhasil kita hubungi,” katanya.(and)

Lagi, Kayu tanpa Dokumen Diamankan

BANGKO - Jajaran Reskrim Polres Merangin kembali mengamankan ratusan keping kayu tanpa dokumen. Kayu yang diangkut dengan truk BG 4287 ME oleh Toto Suratno (27), warga Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat, diamankan di Desa Langling, Bangko, Rabu (25/11), sekitar pukul 15.30.
Informasi yang berhail diperoleh Radar Sarko terungkapnya kasus kepemilikan kayu tanpa dokumen ini setelah aparat mendapat info dari warga. Diketahui, truk pengangkut kayu tanpa dokumen itu sering beroperasi dalam wilayah desa itu.
Dari info tersebut, pada Rabu (25/11), aparat mendatangi TKP untuk mengecek kebenaran info tersebut. Sekitar pukul 13.30 WIB, truk BG 4287 ME kedapatan membawa kayu tanpa dokumen resmi.
Setelah diperiksa diketahui ada sebanyak 170 keping papan ukuran 2x20x400 cm dan 150 keping kasau 57 cm di dalam bak truk. Bersama barang bukti, Toto langsung diamankan di Mapolres Merangin guna penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Merangin AKBP V Bagas UJi Nugroho melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) Polres Merangin Aiptu Dasmuni membenarkan adanya tangkapan ini.
“Kita akan terus mengembangkan kasus ini. Pelaku dan barang bukti (BB) sudah kita amankan di Mapolres Merangin,” pungkasnya.(and)

Belasan Kubik Kayu Diamankan

Polisi Belum Berikan
Keterangan Resmi

BANGKO - Belasan kubik kayu diamankan di Mapolres Merangin sejak Senin (22/11) lalu. Kayu yang disinyalir diamankan oleh aparat Reskrim dan Brimob Polda Jambi tersebut diduga diambil secara ilegal dari kawasan Rimbo Dendang, hutan adat di Desa Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Merangin.
Namun, pejabat Polres Merangin belum bersedia memberikan keterangan resmi. Kapolres Merangin AKBP V Bagas Uji Nugroho SIK yang dihubungi Radar Sarko via short message services (SMS) kemarin (24/11) mengaku belum mendapat laporan dari bawahannya. “Langsung saja ke Kasat Reskrim,” lanjutnya.
Hanya saja, Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Muklisin pun belum bersedia memberikan keterangan resmi. Belasan kubik kayu tersebut kemarin tampak di-police line di halaman Mapolres.
Informasi yang dihimpun Radar Sarko, selain mengamankan kayu tersebut pada Sabtu (20/11), sekitar pukul 17.00, tim gabungan juga menahan tiga orang yang diduga penebang kayu secara ilegal itu.
Aris (35), warga Limbur Merangin, saksi mata penangkapan ketiga orang tersebut, menuturkan bahwa satu di antaranya adalah warga Desa limbur. Sedangkan dua lainnya adalah pendatang yang dipekerjakan untuk menggesek. Warga Desa Limbur itu diketahui bernama Ridwan.
“Operasi perambahan hutan itu berlangsung singkat. Anggota Polda yang berjumlah dua truk bak tertutup langsung menyusuri kawasan Rimbo Dendang. Tiga orang yang sedang menggesek kayu itu langsung diringkus,” tutur Aris.
Beredar kabar, aksi perambahan hutan tersebut dibekingi salah seorang oknum perwira polisi bernisial Ra. Ketika dikonfirmasi, Ra yang dihububungi via ponselnya tadi malam membantah keras.
“Saya tidak membekingi hal tersebut,” bantahnya. Dia hanya mengaku membantu mengurus kelengkapan dokumen pengambilan kayu milik seseorang bernama Hamdi Kurniah. Hamdi diduga bos Ridwan dan rekan-rekannya yang kini ditahan di Mapolsek Bangko.
Menurut Ra, dokumen yang diurus itu adalah untuk kayu yang dibeli ke negara senilai Rp 4 juta lebih, untuk 50 kubik kayu. Namun, katanya, petugas kehutanan bernama Gatot terlambat mengeluarkan dokumen.
“Sehingga kayu tersebut diangkut lebih dulu oleh aparat. Kalau kwitansi pembayaran uang atas dokumen kayu tersebut sudah ada di tangan saya,” ujarnya. Katanya, kayu campuran yang diamankan di Mapolres Merangin tersebut tercatat sebanyak 15 kubik.
Masyarakat Desa Limbur berharap kasus perambahan Rimbo Dendang diusut tuntas sampai akar-akarnya, termasuk oknum yang membekingi. “Agar nantinyo hutan adat kami selamat dari penjarahan,” ujar Aris mewakili warga Limbur.(ari/and)

Maling, Pelajar SMP dan SMK Ditangkap

Beraksi di Kawasan Pasar Malam

BANGKO - Dua pelajar SMP dan SMK sekitar pukul 19.00 tadi malam (24/11) nyaris dihajar massa karena tertangkap mencuri. Mereka beraksi di kawasan Pasar Malam Bangko (bekas terminal). Sasaran mereka adalah onderdil sepeda motor.
Lolos dari pengeroyokan, mereka dijebloskan ke hotel prodeo alias sel tahanan Mapolres Merangin. Sampai berita ini ditulis, keduanya masih diperiksa intensif. Kedua pelajar itu diketahui berinisial Rm (14), warga Kebun Sayur, Dusun Bangko, dan Jk (17), warga Sungai Mas, Pasar Atas Bangko.
Ironisnya, Rm adalah pelajaar salah satu MTs, sedangkan Jk siswa salah satu SMK Teknik di Bangko. Rm mengaku bersama Jk ia terlebih dulu menyiapkan peralatan seperti obeng sebelum berangkat ke Pasar Malam. “Kami merencanakannya berdua,” kata Rm kepada polisi.
Mereka sempat menggasak onderdil salah satu sepeda motor Mio. “Dengan obeng itu kami membuka stabil yang dipasang di setang motor,” ungkap pelajar kelas II ini.
Nahasnya, aksi mereka ketahuan warga. Sontak keduanya melarikan diri dengan sepeda motor. Kejar-kejaran dengan warga tak terelakkan.
Namun, Rm dan Jk harus bertekuk lutut karena sepeda motor mereka terjatuh di depan SD 1 Bangko di Pasar Atas, jalur arah Kerinci.
Sebelum diamuk warga yang emosional, Tim Buser Polres Merangin sudah tiba di lokasi penangkapan. Kedua pemuda tersebut langung diamankan. “Mereka masih diperiksa dan didalami dulu,” kata seorang petugas piket di Mapolres Merangin tadi malam.(and)

Untuk direnungkan,,,maaf jika aku copy dari catatan seseorang

untuk kita renungkan besama

Catatan Harian Seorang Pramugari

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.

Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Di antara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Kami menanyakannya mau minum apa, dengan terkejut dia melambaikan tangan menolak, kami hendak membantunya meletakkan karung tua diatas bagasi tempat duduk juga ditolak olehnya, lalu kami membiarkannya duduk dengan tenang, menjelang pembagian makanan kami melihat dia duduk dengan tegang di tempat duduknya, kami menawarkan makanan juga ditolak olehnya.

Akhirnya kepala pramugari dengan akrab bertanya kepadanya apakah dia sakit, dengan suara kecil dia menjawab bahwa dia hendak ke toilet tetapi dia takut apakah di pesawat boleh bergerak sembarangan, takut merusak barang didalam pesawat.

Kami menjelaskan kepadanya bahwa dia boleh bergerak sesuka hatinya dan menyuruh seorang pramugara mengantar dia ke toilet, pada saat menyajikan minuman yang kedua kali, kami melihat dia melirik ke penumpang di sebelahnya dan menelan ludah, dengan tidak menanyakannya kami meletakan segelas minuman teh di meja dia, ternyata gerakan kami mengejutkannya, dengan terkejut dia mengatakan tidak usah, tidak usah. Kami mengatakan engkau sudah haus minumlah, pada saat ini dengan spontan dari sakunya dikeluarkan segenggam uang logam yang disodorkan kepada kami, kami menjelaskan kepadanya minumannya gratis, dia tidak percaya, katanya saat dia dalam perjalanan menuju bandara, merasa haus dan meminta air kepada penjual makanan dipinggir jalan dia tidak diladeni malah diusir.
Pada saat itu kami mengetahui demi menghemat biaya perjalanan dari desa dia berjalan kaki sampai mendekati bandara baru naik mobil, karena uang yang dibawa sangat sedikit, hanya dapat meminta minunam kepada penjual makanan dipinggir jalan itupun kebanyakan ditolak dan dianggap sebagai pengemis.

Setelah kami membujuk dia terakhir dia percaya dan duduk dengan tenang meminum secangkir teh, kami menawarkan makanan tetapi ditolak olehnya.

Dia bercerita bahwa dia mempunyai dua orang putra yang sangat baik, putra sulung sudah bekerja di kota dan yang bungsu sedang kuliah ditingkat tiga di Peking. anak sulung yang bekerja di kota menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama di kota tetapi kedua orang tua tersebut tidak biasa tinggal di kota akhirnya pindah kembali ke desa, sekali ini orang tua tersebut hendak menjenguk putra bungsunya di Peking, anak sulungnya tidak tega orang tua tersebut naik mobil begitu jauh, sehingga membeli tiket pesawat dan menawarkan menemani bapaknya bersama-sama ke Peking, tetapi ditolak olehnya karena dianggap terlalu boros dan tiket pesawat sangat mahal dia bersikeras dapat pergi sendiri akhirnya dengan terpaksa disetujui anaknya.

Dengan merangkul sekarung penuh ubi kering yang disukai anak bungsunya, ketika melewati pemeriksaan keamanan dibandara, dia disuruh menitipkan karung tersebut di tempat bagasi tetapi dia bersikeras membawa sendiri, katanya jika ditaruh ditempat bagasi ubi tersebut akan hancur dan anaknya tidak suka makan ubi yang sudah hancur, akhirnya kami membujuknya meletakkan karung tersebut di atas bagasi tempat duduk, akhirnya dia bersedia dengan hati-hati dia meletakan karung tersebut.

Saat dalam penerbangan kami terus menambah minuman untuknya, dia selalu membalas dengan ucapan terima kasih yang tulus, tetapi dia tetap tidak mau makan, meskipun kami mengetahui sesungguhnya dia sudah sangat lapar, saat pesawat hendak mendarat dengan suara kecil dia menanyakan saya apakah ada kantongan kecil? dan meminta saya meletakkan makanannya di kantong tersebut. Dia mengatakan bahwa dia belum pernah melihat makanan yang begitu enak, dia ingin membawa makanan tersebut untuk anaknya, kami semua sangat kaget.

Menurut kami yang setiap hari melihat makanan yang begitu biasa di mata seorang desa menjadi begitu berharga.

Dengan menahan lapar disisihkan makanan tersebut demi anaknya, dengan terharu kami mengumpulkan makanan yang masih tersisa yang belum kami bagikan kepada penumpang ditaruh di dalam suatu kantongan yang akan kami berikan kepada kakek tersebut, tetapi di luar dugaan dia menolak pemberian kami, dia hanya menghendaki bagian dia yang belum dimakan tidak menghendaki yang bukan miliknya sendiri, perbuatan yang tulus tersebut benar-benar membuat saya terharu dan menjadi pelajaran berharga bagi saya.

Sebenarnya kami menganggap semua hal tersebut sudah berlalu, tetapi siapa menduga pada saat semua penumpang sudah turun dari pesawat, dia yang terakhir berada di pesawat. Kami membantunya keluar dari pintu pesawat, sebelum keluar dia melakukan sesuatu hal yang sangat tidak bisa saya lupakan seumur hidup saya, yaitu dia berlutut dan menyembah kami, mengucapkan terima kasih dengan bertubi-tubi.
Dia mengatakan bahwa kami semua adalah orang yang paling baik yang dijumpai, "kami di desa hanya makan sehari sekali dan tidak pernah meminum air yang begitu manis dan makanan yang begitu enak, hari ini kalian tidak memandang hina terhadap saya dan meladeni saya dengan sangat baik, saya tidak tahu bagaimana mengucapkan terima kasih kepada kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian," dengan menyembah dan menangis dia mengucapkan perkataannya. Kami semua dengan terharu memapahnya dan menyuruh seorang anggota yang bekerja di lapangan membantunya keluar dari lapangan terbang.

Selama 5 tahun bekerja sebagai pramugari, beragam-ragam penumpang sudah saya jumpai, yang banyak tingkah, yang cerewet dan lain-lain, tetapi belum pernah menjumpai orang yang menyembah kami, kami hanya menjalankan tugas kami dengan rutin dan tidak ada keistimewaan yang kami berikan, hanya menyajikan minuman dan makanan, tetapi kakek tua yang berumur 70 tahun tersebut sampai menyembah kami mengucapkan terima kasih, sambil merangkul karung tua yang berisi ubi kering dan menahan lapar menyisihkan makanannya untuk anak tercinta, dan tidak bersedia menerima makanan yang bukan bagiannya, perbuatan tersebut membuat saya sangat terharu dan menjadi pengalaman yang sangat berharga buat saya dimasa datang yaitu jangan memandang orang dari penampilan luar tetapi harus tetap menghargai setiap orang dan mensyukuri apa yang kita dapat.